Jumat, Oktober 30, 2009

TUBAN, SEJARAH DAN LEGENDA

TUBAN, SEJARAH DAN LEGENDA
Nama ‘Tuban’ berasal dari sebuah sumber air tawar yang ditemukan di tempat tersebut2. Peristiwa ini membuat orang menamakannya ‘me(tu) (ban)yu” (keluar air). Sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Tuban3. Dulunya Tuban bernama Kambang Putih4. Sudah sejak abad ke-11 sampai 15 dalam berita-berita para penulis China (pada jaman dinasti Song Selatan 1127-1279 dan dinasti Yuan (Mongol) 1271-1368 sampai jaman dinasti Ming th.1368-1644 5), Tuban disebut sebagai salah satu kota pelabuhan utama di pantai Utara Jawa yang kaya dan banyak penduduk Tionghoanya. Orang Cina menyebut Tuban dengan nama Duban atau nama lainnya adalah Chumin. Pasukan Cina- Mongolia (tentara Tatar), yang pada th. 1292 datang menyerang Jawa bagian Timur (kejadian yang menyebabkan berdirinya kerajaan Majapahit) mendarat di pantai Tuban. Dari sana pulalah sisa-sisa tentaranya kemudian meninggalkan P.Jawa untuk kembali ke negaranya6 (Graaf, 1985:164). Tapi sejak abad ke 15 dan 16 kapal-kapal dagang yang berukuran sedang saja sudah terpaksa membuang sauh di laut yang cukup jauh dari garis pantai. Sesudah abad ke 16 itu memang pantai Tuban menjadi dangkal oleh endapan lumpur. Keadaan geografis seperti ini membuat kota Tuban dalam perjalanan sejarah selanjutnya sudah tidak menjadi kota pelabuhan yang penting lagi (Graaf, 1985:163). Untuk mengurangi kesimpang siuran tentang hari jadi kota Tuban Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tuban (waktu itu dijabat Drs. Djoewahiri Martoprawiro), menetapkan tanggal 12 Nopember 1293 sebagai hari jadi kota Tuban7. Panitia kecil yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Tuban waktu itu memberi alasan bahwa ditetapkannya tanggal tersebut karena bertepatan dengan diangkatnya Ronggolawe sebagai Adipati Tuban. Ronggolawe dianggap sebagai pahlawan bagi rakyat Tuban, dan dianggap sebagai Bupati pertama Tuban8. Seperti halnya dengan kota-kota lain di Jawa pada umumnya sumber sejarah kota Tuban sangat sulit didapat. Bahan tulisan yang ada penuh dengan campuran antara sejarah dan legenda. Buku “Babad Tuban” yang ditulis oleh Tan Khoen Swie (1936), yang diteliti oleh De Graaf, disebut sebagai salah satu sumber sejarah Tuban. Tapi buku tersebut lebih memuat tentang masalah pemerintahan serta pergantian penguasa di Tuban, sedang bentuk phisik kotanya hampir tidak disinggung sama sekali9. Berita catatan tentang bentuk phisik kota Tuban secara samar-samar didapat dari berita kapal Belanda yang mendarat di Tuban yang dipimpin oleh Laksamana muda Van Warwijck (Tweede Schipvaert) pada bulan Januari th. 1599. Dalam berita itu disebutkan bahwa orang Belanda terkesan sekali oleh kemegahan Keraton Tuban (Graaf, 1985:170). Selain itu juga terdapat gambar dari alun-alun Tuban10 pada abad ke 16, waktu diadakan latihan Senenan Gambar 1. Perlombaan setiap minggu (Senenan), yang diamati oleh Belanda di alun-alun Tuban, pada th. 1599. Pusat kejayaan kota Tuban seperti Keraton beserta alun-alunnya ini dihancurkan oleh balatentara Mataram yang memasuki Tuban pada th. 1619. Alunalun lama tersebut (luasnya 150x200 M) masih ada di desa Prungguhan Kulon kecamatan Semanding sebelah Selatan kota Tuban yang sekarang.
Sayang sekali bahwa bukti dari bangunan kota lama Tuban pada masa jayanya (abad ke15) sama sekali tidak terdokumentasi11. Yang ada hanya gambar sketsa dari alun-alun serta bangunan semi permanen di sekitarnya (lihat gb. no.3 dan no.6). Kota Tuban mengalami kemunduran secara dratis akibat dari beberapa kali penyerangan yang dilakukan oleh bala tentara Mataram dari pedalaman12. Baru pada th. 1619, Tuban ditundukkan secara tuntas oleh Sultan Agung yang terus memperluas daerahnya (Graaf, 1985:170). Pada abad ke 17 dan sesudahnya, yang memerintah di Tuban ialah Bupati-Bupati yang diangkat oleh raja-raja dinasti Mataram. Struktur kota Tuban selama peperangan penaklukkan tersebut kemudian dihancurkan oleh bala tentara pedalaman (Mataram). Alun-alun dan pusat kota yang lama terletak di sebelah Selatan pusat kota yang kemudian ditinggalkan (terletak di desa Prungguhan Kulon Kecamatan Semanding, kurang lebih 5 km sebelah Selatan pusat kota Tuban yang sekarang-lihat gb.no.2). Baru setelah abad ke 18 secara perlahan kota Tuban kemudian sedikit demi sedikit bangkit kembali. Alun-alun kota yang merupakan pusat kota yang baru, dipakai sebagai titik awal pembangunan kembali kota nya. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda kedudukan kota Tuban tidak lebih sebagai kota Kecamatan belaka. Meskipun pada awal abad ke 20 kota ini dilewati jalan kereta api dengan sebuah stasiun, tapi alat transportasi tersebut tidak menolong banyak terhadap perkembangan ekonomi kotanya. Bahkan stasiun kereta api yang terletak di sebelah Selatan kota tersebut sekarang sudah ditutup (lihat peta gb.no.15). Pada awal abad ke 21, dengan kebangkitan ekonominya serta adanya undangundang otonomi daerah yang baru, kota ini mencoba untuk bangkit kembali dengan pembenahan yang dimulai dari daerah pusat kota (alun-alun dan daerah disekitarnya) Kota Tuban yang lama letaknya ada disebelah Selatan (kurang lebih 5 km) dari kota Tuban yang sekarang. Tepatnya sekarang di desa Prungguhan Kulon kecamatan Semanding. Tidak ada data kapan tepatnya kota ini pindah ke daerah yang ada sekarang. Pada abad ke 18, Tuban sudah tidak termasuk dalam jaringan perdagangan kota-kota pantai Utara Jawa. Meskipun secara geografis kota ini sangat trategis untuk perdagangan laut, pelabuhannya telah mengalami pendangkalan sehingga kapal-kapal yang berukuran sedang saja sulit merapat ke daratan. Akibatnya Tuban ditinggalkan dalam perdagangan laut tersebut pada abad ke 18 Pada jaman kolonial, terutama awal abad ke 20, pemerintah kolonial lah yang menentukan hierarki kota-kota pelabuhan di Jawa. Pelabuhan mana yang akan direncanakan sebagai pelabuhan utama, mana yang akan berperan sebagai tempat mengumpulkan bahan produksi (collecting centres) atau mana yang sebagai pelabuhan penunjang saja (feeder point). Mundurnya peran pelabuhan Tuban, akibat dari sejarah masa lampaunya, serta makin mendangkalnya pelabuhan, mengakibatkan kota ini hampir tidak berperan sama sekali sebagai pelabuhan penting dimasa kolonial. Tuban hanya berperan sebagai kota pelabuhan rakyat yang kecil saja. Sehingga baik secara produktifitas maupun administratif kota ini mengalami stagnasi selama jaman colonial. Gambar 3. Pemandangan alun-alun kuno Tuban (yang sekarang ada di desa Prungguhan Kulon) yang penuh ditempati oleh kandang gajah. Sketsa ini diambil pada th. 1599, ketika kapal dari Laksamana muda Van Warwijck (Tweede Schipvaert) pada bulan Januari th. 1599, mendarat di Tuban.
Jika anda menginginkan file selengkapnya Klik disini !

Kamis, Oktober 29, 2009

TUBAN MENGGELIAT

Perkembangan Kabupaten Tuban kini makin tampak nyata dengan adanya pembangunan jalan dan sarana yang lain, kini anda tidak perlu berkecil hati untuk traveling ke pelosok desa di semua kecamatan, karena semua jalan di desa sampai yang terpencilpun sudah bagus dan beraspal. Sarana dan prasarana juga banyak mengalami pembangunan, tak luput juga pada dunia pendidikan, pertanian, kesehatan, taman maupun hutan kota,reklamasi pantai, tempat wisata, serta kantor pemerintahan. Hal tersebut dapat anda lihat dengan begitu megahnya fasilitas gedung-gedung yang dibangun untuk sarana penunjang kegiatan dan kenyamanan kerja bagi pegawainya. Saat ini jika anda kebetulan sedang melewati kota Tuban dapat anda lihat adanya pembangunan Kantor Pemda yanga baru, pembangunan pasar wisata di pantai Boom, dan pembangunan pantai Boom yang sebelumnya rusak berat. Untuk informasi lebih jauh dan foto perkembangan kota Tuban saat ini masih belum ditampilkan menunggu sampai selesainya pembangunan. Tunggu aja ya……. Industri di Tuban juga mengalami pertumbuhan yang bagus, beberapa industri yang sudah banyak di kenali, antara lain : 1. Semen gresik 2. Semen Holcim 3. Pertamina 4. TPPI 5. Penta wira 6. Batik Gedok 7. Pengolahan ikan 8. PLTU, dll

Senin, September 21, 2009

Rabu, April 15, 2009

CANGKRUAN

CIPIKA CIPIKI
  • Ini merupakan sedikit rujukan bagi anda yang berkunjung di Tuban dan bingung cari Obat Lapar atau yang lainnya.
  • Di link ini anda akan mendapatkan informasi pernak pernik wilayah dalam kota Tuban Khususnya yang tidak ada pada pembahasan blog ini seperti hotel, tempat makan , belanja, dll
  • Silah kan klik link i bawah ini :

Kamis, April 09, 2009

TUBAN SEKILAS

Tuban adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur yang merupakan salah satu kota perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kabupaten ini merupakan kota kecil yang damai dan indah serta terkenal dengan kebersihan kotanya dan telah mendapatkan penghargaan adipura kencana.dengan Luas 1.904,70 km² dan panjang pantai mencapai 65km membuat kabupaten ini tampak lebih indah dan alami oleh keberadaan alamnya. Dan keindahan tatanan kotanya, Tuban juga terkenal akan wisatanya banyak tempat wisata yang bisa anda kunjungi di kota ini seperti goa akbar,pantai,sunan bonang dan masih banyak lagi,sehingga kota ini mempunyai julukan kota seribu gua dikarenakan di tuban banyak ditemukan gua.selain itu juga disebut kota wali karena banyak memiliki makam-makam para wali, contohnya sunan bonang, syekh maulana dll.

Di sepanjang jalan pantura kota tuban anda akan disuguhi pemandangan pantai biru nan indah. jadi tidaklah salah apabila anda berhenti sejenak untuk beristirahat menikmati indahnya pemandangan pantai kota Tuban.

Baca juga Tuban makin semarak
untuk informasi dan link data yang lebih lengkap.

Masjid Agung Tuban di malam hari

Pantai Tuban di depan klenteng kwan sing bio

Pantai Tuban di Barat Kota

Air Terjun Nglirip

===============================================
Tanaman Obat Keluarga
Saat ini masyarakat sudah jarang yang mempercayai atau menggunakan obat-obatan tradisional yang berasal langsung dari tanaman obat. Padahal dengan mengetahui cara pembuatannya dan pengetahuan tentang fungsi dan kegunaan tanaman tersebut akan banyak sekali membantu kita. Di sini keadaannya terbalik dengan Negara Barat dan Eropa, jika di negara-negara tersebut sekarang ini ramai-ramai meneliti sekaligus menggunakan produk alami yang kembali ke alam dengan serius, di negara kita malah banyak yang melupakannya dan banyak menggunakan bahan kimia.
Yang kita sayangkan Jamu yang kita percaya dibuat secara alami ternyata banyak kandungan bahan kimia di dalamnya, karena harganya lebih murah untuk memalsukan jamu dan pembuatannya tidak repot cukup dengan membelinya dari pabrik farmasi, sedangkan jamu tidak ada pabrik jamu yang menjual bahan jamu setengah jadi untuk diracik.
Berikut ini saya mencoba memberikan link tentang tanaman obat yang semoga bermanfaat bagi para pembaca semuanya.

Iptek tanaman obat

APA ITU SIWALAN

Sebenarnya di Tuban ada berbagai macam buah-buahan yang umum dapat tumbuh dan berbuah, ada juga buah yang masih jarang ditanam oleh warga karena hanya bisa tumbuh baik hanya di tempat-tempat tertentu di wilayah Tuban ,seperti buah naga, binjai, duren, anggur, salak, alpukat, dsb. Buah yang paling banyak tumbuh di kabupaten ini adalah Nangka, Mangga, Delima (srikaya), Kacang tanah, dan SIWALAN.
Kacang dari Tuban di kalangan pedagang nasional maupun internasional mempunyai nilai plus dan harga yang menguntungkan bagi petani karena kacang tuban bermutu baik. Hampir semua petani yang berladang menanam kacang ini, bahkan sawahpun kadang kala juga ditanami kacang.
Srikaya (Delima istilah di Tuban) buah ini rasanya sangat manis dan beraroma harum yang lembut, dagingnya empuk dan lezat. Di tuban buah ini banyakditanam di pinggir ladang, atau tumbuh liar di perbukitan.
Nangka merupakan tumbuhan yang mudah sekali menyesuaikan iklim di tuban sehingga pohon ini dapat tumbuh subur dan berbuah lebat di berbagai pelosok tuban, rasa buah ini manis dan lezat. Ada berbagai macam jenis nangka, dimana setiap jenisnya mempunyai karakter rasa yang berbeda.
Mangga dari Wilayah Tuban sudah banyak dikenal orang karena dibiarkan secara alami (natulal) tanpa menggunakan obat-obatan kimia yang sekarang dikenal dengan tanaman organik. Kulitnya yang lebih tebal merupakan ciri khusus kalau mangga tersebut tumbuh di kabupaten Tuban. Jenis mangga yang banyak tumbuh adalah Manalagi, arum manis, gadung, golek, blungko, kopyor, dsb

Siwalan (juga dikenal dengan nama pohon lontar atau tal) adalah sejenis palma yang tumbuh di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di banyak daerah, pohon ini juga dikenal dengan nama-nama yang mirip seperti lonta (Min.), ental (Sd., Jw., Bal.), taal (Md.), dun tal (Sas.), jun tal (Sumbawa), tala (Sulsel), lontara (Toraja), lontoir (Ambon). Juga manggita, manggitu (Sumba) dan tua (Timor). Nama latin dari siwalan adalah Borassus flabellifer menjadi. Pohon palma yang kokoh kuat, berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm. Sendiri atau kebanyakan berkelompok, berdekat-dekatan. Daun-daun besar, terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat. Helaian daun serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan taju anak daun selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan oleh karena lapisan lilin. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.
Karangan bunga dalam tongkol, 20-30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm.[2] Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.
Tautan berikut ini berisi tentang bagaimana kita budidaya siwalan, mengolah Nira sampai menjadi Legen, Gula jawa dan Towak. Dan manfaat lainya pohon siwalan ini
Teh susu siwalan

Selasa, April 07, 2009

TUBAN BENAR-BENAR SEMARAK

Tuban merupakan daerah yang mulai bergelliat untuk membangun dan mengembangkan dirinya, ada yang menarik untuk dikunjungi di kabupaten ini. Mulai dari budaya, wisata, produk kerajinan, industri, hasil pertanian, Olahan bahan industri setengah jadi dan yang sudah jadi, tak lupa juga dengan makanan yang unik di kabupaten ini karena ada pengaruh adat Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pengaruh kuat dari Timur Tengah dan China (wilayah kota)

(pemandangan desa dermawu harjo)

Untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap tentang keadaan alam, dan potensinya serta informasi yang resmi tentang tuban coba klik link yang telah tersedia.

Link (tautan) di bawah ini berisi informasi umum mengenai Kabupaten Tuban mulai dari A sampai Z secara garis besarnya, untuk hal-hal yang lebih rinci anda bisa ikuti penelusuran ling yang ada pada Blog ini.

  • Berikut ini adalah link peta Kabupaten Tuban yang bisa anda nikmati dalam bentuk 3 Dimensi Peta tuban 3D
Dan bagi anda yang bergerak dalam ekonomi dan bisnis perlu sekali bagi anda sebelum datang ke Kabupaten Tuban untuk sekedar reverensi tentang produk unggulan dan olahan hasil industri serta produk kerajinan yang mungkin membuat anda tertarik untuk dikembangkan atau sekaligus menanam investasi, atau bertransaksi secara langsung maka tautan berikut ini bisa membantu anda : tubanstore
(wilayah pertanian desa dermawu harjo)
Selain hal di atas Tuban juga memiliki daerah wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, baik itu wisata alam, wisata kuliner, wisata religius, maupun wisata budaya dan pendidikan. Tautan berikut ini menyediakan informasi lengkap mulai dari foto, vidio, dan teks, cobalah klik dan buktikan ! (lereng pegunungan desa menyunyur)
(lereng perbukitan di Kec. Rengel)
Mungkin ada sebagian dari pembaca yang penasaran mencari Tempat makan-minum yang berciri khas Tuban. Ada minuman khas Tuban (Legen Asli) yang sangat menggoda dan dijamin pasti ingin mencicipinya kembali,Untuk makanan seperti Rajungan, Pepes belut, krengsengan belut, Pepes Kodok, Ayam Panggang Bektiharjo. Keunikannya Setiap masakan tersebut mempunyai cita rasa berbeda di beberapa tempat (daerah/kelompok desa) tertentu karena pengaruh adanya beragam budaya kuliner yang mempengaruhinya seperti daerah yang dekat dekat dengan jawa tengah masakannya agak lebih manis, untuk daerah kota punya pengaruh yang banyak sekali jadi tiap lokasi makan akan punya cita rasa sendiri, dan makin ke timur cita rasanya hampir mengikuti rasa masakan gresik dan surabaya, untuk minumannya yang sangat menggoda yaitu “Legen”, yang konon bisa meluruhkan sakit batu ginjal. Minuman Legen merupakan minuman khas daerah Tuban terbuat dari air dahan bunga pohon Siwalan yang banyak bertebaran di daerah Tuban dengan tanpa dilakukan fermentasi, rasanya manis khas, segar dan enak, sekali mencicipi pasti dijamin ingin mencicipinya kembali. Tapi sayang, ada beberapa oknum yang sengaja mencampurnya, sehingga rasanya menjadi lain, jadi bagi para wisatawan yang sengaja berkunjung ke kota kami Tuban tercinta, apabila ingin merasakan Minuman Legen asli mesti selektif dan nanya nanya terlebih dahulu kepada masyarakat setempat, dijamin mereka pasti tau dimana bisa mendapatkan Legen asli, dan biasanya membelinya langsung datang kerumah orang yang berjualan. Minuman Legen lebih enak lagi apabila didapatkan pada musim kemarau. Minuman ini sangat cocok sekali apabila dihidangkan dingin-dingin atau diberi es batu. Apabila anda-anda ingin berkunjung ke kota kami atau sekedar ingin melepas lelah dalam perjalanan dan berhenti ke kota kami, jangan lupa untuk rajin bertanya apabila ingin mendapatkan wisata kuliner kota Tuban, dijamin wisata kuliner kota Tuban sangat menyenangkan dan anda akan merasa puas.
  • PUSAT JAJANAN DI PAGI HARI
Kota Tuban mempunyai pusat grosir/eceran jajanan yang cukup lengkap sayangnya anda cuma dibatasi hanya sekitar 3 jam (mulai ada setelah subuh sampai jam sekitar jam 06.00 pagi) untuk melakukan transaksi di sana. Tempat ini letaknya ada di Jalan Pemuda perbatasan Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Kutorejo, lokasinya ada di kiri dan kanan jalan Pemuda. Bentuknya menyerupai pasar tumpah jadi anda bisa bebas memilih-milih jajanan yang anda sukai, mulai dari kue basah, roti dan kue kering atau gorengan. Menu jajanannya sangat bervariasi sekali dan jika anda datang lebih pagi anda dapat membeli dengan harga yang masih miring jika membeli cukup banyak. Jika sudah agak siang dagangan sudah berpindah tangan ke para pedagang pengecer. Jajanan yang dijual antara lain :
  • Jenis Roti : gulung, donat, keju, salju, brownies, spekuk, tawar, manis, 4 rasa, aneka rasa, dll
  • Makanan : Nasi kuning, uduk, ketan, pecel, rames, mie, kering tempe, teri balado, sambal goreng, dll
  • Jajanan : Bikang, bikang ambon, putri ayu, lemper, jenang, klepon, puthu ayu, gemblong, bugis, jongkong, lemet, gethuk, kamer, prol, dll.
  • Gorengan : lumpia. tahu isi, ote-ote, tempe, pelas, martabak mini, gendos, jemblem, dll
  • anda juga dapat menjumpai beberapa jenis minuman dan lauk jika beruntung
Selamat ber wisata kuliner jika sempat mampir ke Tuban.
  • MASAKAN NDESO PEDAS dan GURIH
Jika anda suka masakan ala ndeso yang tidak terlalu jauh dari kota maka anda dapat pergi ke sebelah selatan kota, tapi jangan harapkan tempatnya sebagus di restoran tapi suasananya akan berbeda dan ngangeni, ada kenangan tersendiri bagi lidah anda disini. Desa yang bisa anda kunjungi adalah Karang, Tegal agung, prunggahan, gedong ombo, dan Semanding. Walaupun ciri masakannya agak mirip sama tapi cita rasanya bisa berbeda. Masakan disini cenderung berbumbu kuat dan kental, gurih, pedas dan banyak santan. Jenis masakan yang umum dijual disini adalah : Lontong dengan bumbu Lodeh dan Kare, Becek Menthok dan Sapi, Sate kambing, bekicot, Belut krengsengan, pepes dan ungkep, Ulas-ulas ikan pari asap atau ikan laut asap, Kodok bumbu mangut dan pepes kodok, Rawon, Pecel, ayam panggang, asem-asem, garang asem Untuk nasi ada nasi putih dan jagung tersedia hampir di semua warung tersebut. Di Desa Semanding/bekti harjo masakan spesialnya adalah ayam panggang. dari desa ini juga jika anda beruntuk saat musim buah delima anda dapat membeli dengan harga yang miring langsung dari petani. Di desa Prunggahan lebih terkenal kacang, kelapa, minuman legen dan tuak yang rasanya lebih spesial. Di desa Tegal agung lebih terkenal dengan masakan Kodok, belut dan menthok Di desa karang lebih terkenal dengan masakan menthok dan belut Di Desa Gedong Ombo tepatnya di Jalan Manunggal (jalur Pantura) disini masakannya lebih bervariasi ada Rajungan, Asem-asem, Garang asem, sate dsb Masakan Asem-asem tidak sama dengan sayur asem, di Tuban yang disebut dengan asem-asem adalah masakan daging dekat tulang sapi atau ayam dengan rasa yang segar cocok untuk siang hari. Sedangkan Garang asem yang diolah adalah ikan laut, biasanya yang diolah adalah ikan Kerapu, Kakap, Dorang, Manyung atau sembilang, kadang kala mereka juga menyediakan kepala ikan yang diolah khusus. Pada Malam Hari ada tempat mangkal khusus bagi para pedagang kaki lima dan penjaja makanan, yaitu di seputar Patung Jalan Sunan Kalijaga dengan menu berupa nasi goreng, aneka mie, jajanan, siomay, batagor, empek-empek, bakso, seafood, dll, untuk seputar alun-alun tepatnya di belakang pos polisi dekat pantai BOOM juga ada tempat yang sama tapi di sini sudah agak tertata rapi. Jika anda merasa kesulitan menentukan pilihan cobalah bertanya terlebih dahulu pada masyarakat sekitar beberapa kali. Untuk tempat makan yang kelasnya di atas warung tentunya menu masakannya lebih bervariasi dan ciri khas Tuban sudah banyak berbaur dengan citarasa masakan yang lain karena menyesuaikan konsumennya.